Kota Metropolis Tersembunyi: 5,5 Juta Lebah Berkembang di Bawah Pemakaman New York

8

Meskipun kuburan secara tradisional dipandang sebagai tempat yang tenang dan beristirahat, sebuah kota metropolitan yang besar dan ramai kini terbangun di bawah tanah Ithaca, New York. Para peneliti dari Cornell University telah menemukan bahwa East Lawn Cemetery berfungsi sebagai tempat perlindungan besar bagi salah satu kumpulan lebah yang bersarang di tanah terbesar di dunia.

Penemuan Bawah Tanah Besar-besaran

Spesies yang dimaksud, Andrena regularis (umumnya dikenal sebagai lebah penambang biasa), tidak hidup dalam sarang komunal terstruktur yang berhubungan dengan lebah madu. Sebaliknya, mereka adalah lebah soliter yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di liang bawah tanah.

Skala populasi ini baru disadari baru-baru ini. Meskipun spesies ini telah didokumentasikan di kawasan tersebut sejak tahun 1935, baru pada tahun 2021 ukuran koloni tersebut dapat teridentifikasi. Penemuan ini merupakan suatu kebetulan: seorang teknisi laboratorium Cornell memperhatikan sejumlah besar lebah saat berjalan melewati kuburan, yang mengarah pada penyelidikan ilmiah formal.

Ilmu Survei

Pada musim semi tahun 2023, ahli entomologi melakukan studi lapangan yang cermat untuk mengukur populasi. Dengan menggunakan “perangkap darurat”—tenda kecil yang ditempatkan di atas lokasi bersarang untuk menangkap lebah yang keluar dari tanah—tim mengumpulkan sampel selama periode 48 hari.

Dengan menganalisis sampel ini, peneliti dapat mengekstrapolasi data berikut:
Keanekaragaman Spesies: 16 spesies serangga berbeda telah diidentifikasi.
Kepadatan Populasi: Rata-rata 853 lebah bersarang per meter persegi tanah lempung berpasir.
Perkiraan Total: Para peneliti memperkirakan sebanyak 5,56 juta A. lebah regularis muncul dari kuburan setiap musim semi.

Penemuan ini penting karena, meskipun kumpulan besar lainnya mungkin ada secara global, situs ini menonjol sebagai salah satu yang paling banyak didokumentasikan dalam literatur ilmiah.

Mengapa Pemakaman Merupakan Suaka Lebah

Mungkin tampak ironis bahwa tempat berkabung menyediakan habitat yang begitu hidup, namun kuburan menawarkan beberapa keuntungan lingkungan bagi serangga yang bersarang di tanah:
Gangguan Minimal: Tanah jarang dibajak atau digali.
Keamanan Bahan Kimia: Penggunaan pestisida dalam jumlah besar sangat sedikit dibandingkan dengan penggunaan lahan pertanian.
Lingkungan yang Damai: Sifat lahan yang rendah lalu lintas menyediakan ekosistem yang stabil.

Habitat ini mendukung jaringan kehidupan yang kompleks. Misalnya, A. regularis berbagi ruang dengan Nomada imbricata, seekor lebah “cuckoo” yang bertindak sebagai induk parasit, bertelur di sarang lebah penambang.

Taruhan Ekonomi dan Ekologis

Pentingnya lebah ini jauh melampaui tembok kuburan. A. regularis merupakan penyerbuk penting bagi apel dan blueberry, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian pertanian lokal di New York.

Namun, penemuan ini juga menyoroti semakin meningkatnya kerentanan. Sebagian besar spesies lebah—kira-kira 75 persen —adalah spesies yang bersarang di tanah, namun mereka masih kurang diteliti dibandingkan lebah madu karena sifat mereka yang tertutup.

“Jika kita tidak melestarikan lokasi sarang, dan seseorang mengaspal di atasnya, kita bisa kehilangan 5,5 juta lebah yang merupakan penyerbuk penting dalam sekejap,” kata ahli entomologi Cornell, Bryan Danforth, memperingatkan.

Kesimpulan

Penemuan di East Lawn Cemetery berfungsi sebagai pengingat penting akan keanekaragaman hayati tersembunyi yang ada di bawah kaki kita. Seiring dengan berlanjutnya pembangunan perkotaan, melindungi tempat-tempat perlindungan yang tidak disengaja ini sangat penting untuk mempertahankan populasi penyerbuk yang mendukung sistem pangan global kita.