Mengapa “Menggigit Rumput” Sebenarnya Tentang Kematian yang Penuh Kekerasan

10

Anda mungkin mengira ungkapan “menggigit rumput” berarti mati. Tidak. Ini secara khusus menandakan berakhirnya kekerasan. Gambaran tersebut berasal dari cara penyair kuno menggambarkan tentara di saat-saat terakhir mereka. Mereka tidak menghilang begitu saja. Mereka bertarung.

Homer di Iliad dan Vergil di Aeneid keduanya menangkap perjuangan ini. Mereka menulis tentang para pejuang yang terluka dan bergulat dengan rasa sakit ketika kehidupan meninggalkan mereka. Tindakan menggigit bumi bukanlah suatu hal yang sembarangan. Itu adalah naluri bertahan hidup.

Menggigit rumput membantu seseorang menanggung penderitaan akibat kematian yang kejam.

Pikirkan tentang realitas fisik. Saat tubuh Anda patah, rahang Anda menegang. Anda memerlukan jalan keluar untuk ketegangan itu. Mengunyah tanah atau rumput memberikan perlawanan. Itu mengalihkan perhatian pikiran. Ini mendasarkan tubuh pada saat ini dan bukan pada masa depan yang memudar.

Ini bukan sekedar bakat puitis. Ini adalah gambaran literal tentang bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap trauma ekstrem. Rumput menjadi alat. Sebuah cara untuk tetap sadar lebih lama. Untuk menanggung hal yang tak tertahankan.

Jadi ketika seseorang menggigit rumput, mereka tidak hanya tidur. Mereka berkelahi. Dan kalah.