Jejak Kaki Kuno Muncul Kembali Secara Singkat di Pantai Skotlandia, Menawarkan Sekilas Kehidupan Era Romawi

20

Sebuah tim arkeolog berpacu melawan arus untuk mendokumentasikan jejak kaki era Romawi yang sangat terpelihara yang ditemukan di pantai Skotlandia setelah badai. Situs arkeologi singkat yang ditemukan di Teluk Lunan di Aberdeenshire ini menawarkan gambaran langka tentang aktivitas manusia dan hewan sekitar 2.000 tahun yang lalu sebelum terhapus oleh lautan.

Penemuan Tak Terduga

Sidik jari tersebut ditemukan oleh penduduk setempat Ivor Campbell dan Jenny Snedden saat berjalan-jalan dengan anjing mereka di sepanjang pantai. Tanda-tanda yang tidak biasa pada tanah liat di bukit pasir yang rusak akibat badai menarik perhatian mereka, sehingga mendorong mereka untuk menghubungi pihak berwenang. Para arkeolog dari Universitas Aberdeen tiba untuk menggali situs tersebut dalam kondisi mendesak.

“Sangat jarang Anda terlibat dalam keadaan darurat arkeologi di mana, jika kita tidak melakukannya dengan sangat cepat, seluruh situs akan hilang,” kata Kate Britton, arkeolog yang memimpin penggalian. Tim bekerja melawan angin kencang dan gelombang pasang yang cepat untuk merekam cetakan menggunakan drone, kamera, dan pemodelan 3D.

Apa yang Terungkap dari Jejak Kaki

Situs tersebut berisi gambar manusia yang bertelanjang kaki serta gambar rusa merah dan rusa roe, menunjukkan bahwa lanskap yang dulunya sangat berbeda dari pantai berpasir seperti sekarang. Di bawah cetakannya, sisa-sisa tanaman yang hangus diberi penanggalan karbon pada akhir Zaman Besi, bertepatan dengan periode invasi Romawi di Skotlandia dan kebangkitan bangsa Pict.

“Penanggalan akhir Zaman Besi sesuai dengan apa yang kita ketahui tentang kekayaan arkeologi di dekat Lembah Lunan,” kata Gordon Noble, arkeolog di Universitas Aberdeen. Jejak tersebut menunjukkan bahwa daerah tersebut dulunya merupakan muara berlumpur yang digunakan untuk berburu atau mengumpulkan tanaman liar.

Sifat Situs yang Singkat

Penggalian hanya berlangsung dua hari. Ketika tim kembali seminggu kemudian, cetakannya telah hilang sama sekali, terkikis oleh laut. Penghilangan tersebut menggarisbawahi rapuhnya bukti arkeologis dan menyoroti pentingnya respon cepat dalam kasus-kasus tersebut.

“Jejak kaki yang mewakili tindakan manusia dalam hitungan menit, ribuan tahun yang lalu, hancur dalam hitungan hari,” kata Britton.

Penemuan ini menunjukkan bahwa situs serupa lainnya mungkin ada di sepanjang garis pantai Skotlandia, sehingga mendorong penyelidikan lebih lanjut. Meskipun unik, jejak kaki Teluk Lunan berfungsi sebagai pengingat bahwa sebagian besar masa lalu masih tersembunyi, menunggu kondisi yang tepat untuk terungkap secara singkat sebelum menghilang lagi.

Temuan ini menggarisbawahi betapa masih banyak yang harus kita pelajari tentang kehidupan kuno di Skotlandia, dan betapa cepatnya bukti-bukti mengenai hal tersebut dapat hilang.