SpaceX milik Elon Musk sedang menjajaki penawaran umum yang akan memberi nilai perusahaan sebesar $1,5 triliun, yang berpotensi diluncurkan pada awal musim panas. Waktunya tidak semata-mata bersifat finansial; laporan menunjukkan Musk bertujuan untuk bertepatan dengan IPO dengan keselarasan planet yang langka dan ulang tahunnya yang ke-55 pada tanggal 28 Juni. Langkah ini menandakan perpaduan strategis antara simbolisme astronomi dan peluang pasar.
Detail dan Penilaian IPO
SpaceX dilaporkan berupaya mengumpulkan $50 miliar dalam IPO, peningkatan substansial dari perkiraan sebelumnya sebesar $25 miliar dengan valuasi $800 miliar. Perusahaan telah menggandeng Bank of America, JP Morgan, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley untuk memimpin penjualan saham. Kekayaan pribadi Musk, yang diperkirakan mencapai $680 miliar, akan menerima peningkatan signifikan dari flotasi tersebut, mengingat kepemilikannya sebesar 42% di SpaceX.
Pendapatan dan Pendorong Pertumbuhan
Pendapatan SpaceX saat ini sekitar $15,5 miliar per tahun, dengan kontrak penting dari NASA menyumbang $1,1 miliar. Perusahaan ini memperoleh pendapatan dari peluncuran roket yang dapat digunakan kembali (untuk penyebaran satelit dan pasokan ISS) dan layanan internet satelit Starlink yang berkembang pesat. Keberhasilan Starlink, di samping meningkatnya valuasi SpaceX, merupakan faktor kunci dalam keputusan Musk untuk melakukan IPO.
Konteks dan Perbandingan Pasar
Jika dilaksanakan, IPO ini akan melampaui penawaran Saudi Aramco senilai $29 miliar pada tahun 2019, meskipun Aramco memiliki total penilaian yang lebih besar yaitu $1,7 triliun. Waktunya sejalan dengan pemulihan yang lebih luas di pasar ekuitas AS, yang aktivitasnya terbatas dalam beberapa tahun terakhir karena volatilitas dan ketegangan geopolitik. Raksasa teknologi lainnya, seperti Anthropic dan OpenAI, juga sedang mempersiapkan potensi listing publik.
Sentimen dan Analisis Investor
Para analis mencatat bahwa usulan penilaian senilai $1,5 triliun itu ambisius, karena mencerminkan kemajuan teknologi SpaceX dan merek pribadi Musk. Neil Wilson dari Saxo Capital Markets menggambarkannya sebagai “premium monster,” mengakui bahwa label harga bergantung pada sensasi pasar, kepercayaan investor terhadap ekonomi luar angkasa, dan pengaruh Musk.
Meneruskan Pandangan
CFO SpaceX, Bret Johnsen, telah berdiskusi dengan investor swasta sejak Desember untuk mempersiapkan potensi IPO pada pertengahan tahun 2026. Prospek pertumbuhan perusahaan di bidang teknologi luar angkasa, sebuah sektor yang menarik minat investor dalam jumlah besar, menempatkan perusahaan ini dalam posisi yang menguntungkan untuk meraih kesuksesan. Kombinasi inovasi teknologi, penentuan waktu pasar, dan keselarasan simbolik menunjukkan bahwa SpaceX memposisikan dirinya untuk masuk ke pasar publik.
IPO SpaceX, jika terealisasi, tidak hanya akan membentuk kembali struktur keuangan perusahaan tetapi juga menetapkan tolok ukur baru untuk penilaian dalam ekonomi luar angkasa yang berkembang pesat. Penyelarasan dengan pencapaian pribadi Musk menggarisbawahi pengaruh kepemimpinan individu dalam membentuk strategi perusahaan.
