Teleskop Sinar-X Generasi Berikutnya NASA Dibatalkan Di Tengah Kekacauan Badan

16

Rencana ambisius NASA untuk membuat teleskop sinar-X mutakhir, Advanced X-ray Imaging Satellite (AXIS), tiba-tiba terhenti, dan pemimpin proyek menyebutkan salah urus yang parah di dalam badan tersebut sebagai penyebab utamanya. Pembatalan ini menandai kemunduran bagi ilmu astrofisika, yang berpotensi menunda penggantian observatorium Chandra yang sudah tua, yang merupakan landasan astronomi sinar-X sejak 1999.

Kebingungan Anggaran dan Kerugian Tenaga Kerja

Keputusan untuk mendiskualifikasi AXIS dari pertimbangan lebih lanjut diambil pada tanggal 9 Maret, menurut email internal yang diperoleh Space.com. Pemimpin proyek Christopher Reynolds secara langsung mengaitkan kegagalan tersebut dengan “pergeseran seismik” di dalam NASA, khususnya gangguan di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard (GSFC) di Maryland, yang mengelola misi tersebut. Gangguan ini berasal dari hilangnya tenaga kerja dan ketidakstabilan operasional sepanjang tahun 2025, ditambah dengan ketidakpastian anggaran federal yang lebih luas dan penutupan pemerintahan.

Reynolds menekankan bahwa keputusan tersebut tidak didasarkan pada keunggulan ilmiah AXIS, yang merupakan salah satu dari dua finalis program Astrophysics Probe Explorer NASA bersama dengan konsep observatorium inframerah jauh PRIMA. Sebaliknya, misi tersebut dirusak oleh kekacauan internal.

Keberangkatan Personel Kunci dan Momentum yang Hilang

Faktor krusialnya adalah pensiun dini Will Zhang, seorang ilmuwan terkemuka yang berspesialisasi dalam teknologi cermin teleskop luar angkasa. Kepergian Zhang, yang dipercepat oleh Program Pengunduran Diri yang Ditunda (DRP) NASA, meninggalkan proyek AXIS tanpa tokoh kunci dalam teknologi pendukung intinya: rakitan cermin silikon kristal tunggal.

Lebih dari 20 personel GSFC dengan keahlian penting meninggalkan tim AXIS karena ketidakpastian pendanaan dan lingkungan kerja yang penuh gejolak, Reynolds melaporkan. Penutupan pemerintahan selama tujuh minggu semakin menghambat kemajuan, membuat tim tidak dapat memulihkan waktu yang hilang bahkan dengan tenggat waktu yang diperpanjang.

Peran Manajemen dalam Pembatalan

Sumber internal di Goddard menunjukkan bahwa proyek tersebut sengaja dirancang untuk gagal. Menurut Reynolds, manajemen memberi tim pilihan yang mustahil: menyerahkan laporan biaya dan jadwal yang tidak sesuai, atau meninggalkan proyek sama sekali. NASA kemudian menolak permohonan untuk merevisi desain sesuai anggaran, dan menganggap penyesuaian tersebut “tidak dapat diterima”.

Seorang ilmuwan anonim menyatakan bahwa perilaku ini sangat tidak biasa; Proposal tahap pertama sering kali melebihi anggaran, dan penyesuaian diharapkan terjadi selama proses peninjauan. Sebaliknya, tim AXIS justru terjebak dalam kesalahan kepemimpinan.

“Secara internal, konsensus umum adalah bahwa hal ini 100% disebabkan oleh kepemimpinan Goddard yang salah dalam mengelola hal ini … hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan tim AXIS, manfaat AXIS sebagai sebuah konsep secara umum, dan khususnya dengan para ilmuwan, insinyur, dan manajer proyek Goddard yang telah mengerahkan segalanya untuk misi ini dan terhambat oleh manajemen di setiap langkahnya.”

Tanggapan NASA

NASA menyatakan bahwa keputusan tersebut mengikuti prosedur standar. Badan tersebut mengonfirmasi bahwa AXIS tidak mematuhi persyaratan Astrophysics Probe Explorer 2023, namun menjanjikan peluang lebih lanjut untuk astrofisika sinar-X dalam beberapa minggu mendatang.

Namun, Reynolds tetap menentang, menyebut pembatalan tersebut sebagai “kekacauan program” yang merusak misi yang bernilai ilmiah. Beberapa pihak dalam komunitas juga berpendapat bahwa AXIS merupakan konsep yang lebih berisiko dan menantang dibandingkan kompetitornya, PRIMA, yang mungkin berkontribusi terhadap kerentanannya di tengah gejolak internal lembaga tersebut.

Pembatalan AXIS adalah contoh nyata bagaimana salah urus lembaga dapat menggagalkan upaya ilmiah yang paling menjanjikan sekalipun. Kegagalan proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan NASA untuk secara efektif mengelola misi astrofisika skala besar di tengah ketidakstabilan anggaran dan restrukturisasi internal.