Rocket Lab Berhasil Menyebarkan Satelit Pemantau Bencana Korea Setelah Penundaan Berulang Kali

19

Rocket Lab telah berhasil meluncurkan satelit NEONSAT-1A untuk KAIST Korea Selatan, yang merupakan komponen kunci dalam peningkatan kemampuan observasi Bumi di negara tersebut. Peluncuran tersebut, yang dilakukan dari fasilitas Rocket Lab di Selandia Baru pada tanggal 29 Januari (waktu AS), menandai langkah maju yang signifikan bagi inisiatif kesiapsiagaan bencana Korea dan mewakili misi Rocket Lab yang ke-81 secara keseluruhan.

Peluncuran Sejarah & Tantangan

Penyebaran ini menyusul serangkaian penundaan, termasuk pembatalan pada detik-detik terakhir pada tanggal 15 Desember, dan penundaan lebih awal dari target awal pada tanggal 10 Desember. Tantangan-tantangan ini menggarisbawahi kompleksitas peluncuran ruang angkasa, bahkan bagi operator swasta yang sudah mapan seperti Rocket Lab. Satelit diluncurkan pada pukul 20:21 EST (0121 GMT), setelah pemeriksaan akhir selesai.

NEONSAT-1A: Tujuan dan Kemampuan

NEONSAT-1A adalah satelit observasi Bumi canggih yang dirancang untuk memberikan citra resolusi tinggi untuk pemantauan bencana hampir secara real-time di semenanjung Korea. Satelit ini dilengkapi dengan kamera optik canggih dan merupakan bagian dari program konstelasi yang lebih besar yang dipimpin oleh Pusat Penelitian Teknologi Satelit (SaTReC) di KAIST. Misi ini merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan lembaga akademis, industri, dan penelitian di seluruh Korea, dengan pendanaan dari Kementerian Sains dan TIK.

Membangun Infrastruktur Luar Angkasa Korea

Peluncuran ini merupakan investasi strategis pemerintah Korea dalam infrastruktur luar angkasa. NEONSAT-1A bergabung dengan NEONSAT-1, yang diluncurkan pada April 2024, sebagai satelit kedua dalam program tersebut. Konstelasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan negara dalam merespons bencana alam secara efektif, menyediakan data penting untuk manajemen darurat.

Kinerja Rocket Lab

Keberhasilan penyebaran NEONSAT-1A oleh Rocket Lab ke orbit 336 mil (540 kilometer) menyoroti keandalan perusahaan sebagai penyedia peluncuran komersial. Misi ini adalah yang kedua bagi Rocket Lab pada tahun 2026, menyusul 21 peluncuran yang memecahkan rekor pada tahun 2025. “Tahap awal” meluncurkan satelit sekitar 54 menit setelah lepas landas.

Program NEONSAT akan memungkinkan respons bencana yang lebih tepat waktu dan akurat, mengurangi dampak peristiwa cuaca buruk dan keadaan darurat lainnya di semenanjung Korea.