NASA Menunda Misi Bulan Artemis II Karena Masalah Roket Kritis

18

NASA telah menunda peluncuran misi Artemis II yang sangat dinanti-nantikan, yang dimaksudkan untuk mengirim astronot ke Bulan untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Penundaan ini berasal dari masalah teknis yang baru terdeteksi pada sistem aliran helium roket, yang diidentifikasi selama pemeriksaan akhir pra-peluncuran.

Komplikasi Menit Terakhir

Awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada tanggal 6 Maret, misi tersebut kini menghadapi penundaan yang tidak terbatas karena para insinyur berupaya mengatasi masalah tersebut. Helium sangat penting untuk memberi tekanan pada tangki bahan bakar dan mendinginkan sistem roket, sehingga gangguan apa pun menjadi perhatian yang signifikan. Kemunduran ini mengikuti serangkaian perbaikan sebelumnya, termasuk mengatasi kebocoran hidrogen yang ditemukan selama “latihan basah” sebelumnya di Kennedy Space Center.

Percobaan Kedua Dijeda

Meskipun telah menyelesaikan simulasi pengisian bahan bakar penuh dengan 730.000 galon propelan, penemuan gangguan aliran helium dalam semalam memaksa NASA untuk mengevaluasi kembali jadwal peluncuran. Keyakinan awal setelah latihan yang sukses hanya berumur pendek, karena agensi kini menyadari bahwa pemeliharaan lebih lanjut diperlukan sebelum melanjutkan.

Kru dan Tujuan Misi

Misi Artemis II akan membawa empat astronot – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch (semua AS), dan Jeremy Hansen (Kanada) – dalam perjalanan sepuluh hari ke orbit Bulan. Para kru akan melakukan studi jarak dekat di permukaan bulan, yang bertujuan untuk mengumpulkan data untuk misi masa depan. NASA berharap misi ini akan membuka jalan bagi Artemis III yang akan kembali mendaratkan astronot di Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.

Kemunduran Adalah Hal Biasa

Administrator NASA Jared Isaacman mengakui kekecewaan publik sekaligus menekankan bahwa tantangan teknis melekat dalam eksplorasi ruang angkasa. Dia merujuk pada berakhirnya misi Gemini 8 yang dipimpin Neil Armstrong secara prematur karena masalah teknis, yang menggambarkan bahwa bahkan penerbangan luar angkasa yang bersejarah pun tidak kebal terhadap kemunduran.

Meskipun mengalami kesulitan-kesulitan ini, NASA tetap berkomitmen untuk melanjutkan eksplorasi bulan. Badan tersebut akan memberikan pembaruan setelah masalah teratasi, dengan perkiraan waktu “minggu” sebelum misi dapat dievaluasi kembali. 🚀