Krisis Diabetes Membayangi Afrika: Epidemi yang Diam-diam

18

Di seluruh Afrika, krisis kesehatan baru sedang muncul: diabetes. Secara historis berfokus pada penyakit menular seperti malaria dan HIV, sistem layanan kesehatan kini menghadapi lonjakan penyakit tidak menular, dan diabetes juga merupakan ancaman yang sama terhadap kehidupan. Situasi ini sangat akut terutama di negara-negara seperti Kamerun, dimana akses terhadap layanan khusus sangat langka dan kesadaran rendah.

Epidemi yang Tidak Terdiagnosis

Di Kamerun utara, Dr. Paulette Djeugoue menjalankan salah satu dari sedikit klinik diabetes yang melayani wilayah pedesaan yang luas. Pasien tiba sebelum fajar, beberapa diantaranya datang dari negara tetangga Nigeria dan Chad, untuk mencari pengobatan. Kenyataannya adalah sekitar 75% penderita diabetes di Kamerun tidak menyadari kondisi mereka, angka ini bahkan meningkat lebih tinggi lagi di daerah terpencil. Kurangnya kesadaran ini diperparah dengan terbatasnya program skrining dan infrastruktur layanan kesehatan yang ditujukan untuk penyakit menular.

Pergeseran ini mengkhawatirkan: untuk pertama kalinya, masyarakat Afrika menghadapi risiko kematian yang sama akibat penyakit kronis seperti diabetes seperti yang mereka alami akibat penyakit menular yang selama ini ditakuti. Tren ini didorong oleh perubahan gaya hidup, populasi yang menua, dan peningkatan tingkat kelangsungan hidup dari infeksi yang sebelumnya mematikan, menjadikan lebih banyak orang rentan terhadap dampak jangka panjang diabetes.

Sistem yang Dibangun untuk Berbagai Pertempuran

Selama beberapa dekade, sistem layanan kesehatan di Afrika telah dirancang untuk melawan epidemi. Pendanaan, personel, dan pelatihan semuanya memprioritaskan pengendalian penyakit menular, sehingga menghasilkan kemajuan yang signifikan dalam memberantas HIV, tuberkulosis, dan malaria. Namun, diabetes memerlukan pendekatan yang berbeda : deteksi dini, manajemen gaya hidup, dan perawatan jangka panjang—sumber daya yang secara historis kekurangan dana.

Jumlahnya sangat mencengangkan: diperkirakan 54 juta orang di Afrika kini hidup dengan diabetes, dan penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan, amputasi, dan kematian. Upaya-upaya sedang dilakukan untuk mengintegrasikan skrining diabetes ke dalam layanan kesehatan primer, namun tantangannya terletak pada pelatihan ulang petugas layanan kesehatan dan mendapatkan pendanaan berkelanjutan untuk pengelolaan penyakit kronis.

Masa Depan Layanan Kesehatan Afrika

Meningkatnya angka diabetes di Afrika menandakan perubahan mendasar dalam prioritas kesehatan masyarakat. Sistem layanan kesehatan harus beradaptasi untuk mengatasi meningkatnya beban penyakit tidak menular, berinvestasi dalam pencegahan, deteksi dini, dan perawatan jangka panjang. Tanpa perubahan ini, jutaan orang akan terus menderita tanpa menyadari adanya epidemi diam-diam yang merenggut banyak nyawa di seluruh benua.