додому Teknologi & Sains Biografi Ilmuwan Pria yang Mendengar Dunia: Warisan Ilmiah Griffin

Pria yang Mendengar Dunia: Warisan Ilmiah Griffin

Donald Griffin tidak hanya mempelajari binatang. Dia mendengarkan mereka dengan cara yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Karyanya memaksa ilmu pengetahuan untuk menghadapi kemungkinan bahwa makhluk yang sering kita anggap sederhana sebenarnya memiliki kehidupan batin yang kompleks. Ini dimulai dengan suara. Hal ini berakhir dengan revolusi dalam cara kita memandang kesadaran hewan.

Buku besar pertamanya, Listening in the Dark: The Acoustic Orientation of Bats and Men, diterbitkan pada tahun 1958. Ini bukan hanya tentang kelelawar. Itu tentang fisika mendengarkan. Griffin menunjukkan bahwa kelelawar bernavigasi menggunakan ekolokasi. Dia membuktikan bahwa mereka melihat dengan telinga mereka. Ini bukanlah metafora. Itu adalah fakta biologis. Manusia juga memiliki keterampilan orientasi akustik yang halus. Kami mengabaikannya begitu saja.

Tahun berikutnya, 1959, dirilisnya Echoes of Bats and Men. Judulnya menjelaskan semuanya. Persamaan antara persepsi manusia dan hewan sangat mencolok. Griffin berpendapat bahwa dunia indera kita lebih tumpang tindih daripada yang kita akui. Kita hidup di dunia yang bising. Kelelawar hidup di tempat yang gelap. Keduanya mengandalkan suara untuk memetakan ruang. Perbedaannya adalah skala. Dan kesadaran.

Pada tahun 1962, Griffin memperluas cakupannya. Struktur dan Fungsi Hewan memindahkan perilaku masa lalu ke dalam anatomi. Dia melihat bagaimana bentuk menentukan fungsi. Bagaimana bentuk telinga kelelawar menangkap suara. Bagaimana sayap burung menghasilkan gaya angkat. Itu adalah tampilan di balik terpal. Ini menghubungkan yang mekanis dengan yang biologis. Tidak ada misteri di sini. Hanya rekayasa dan evolusi yang bekerja bersama-sama.

Lalu muncullah teka-teki migrasi. Migrasi Burung: Biologi dan Fisika Perilaku Orientasi muncul pada tahun 1964. Mengapa burung terbang ribuan mil? Bagaimana cara mereka melintasi benua? Griffin menangani fisika navigasi. Dia melihat medan magnet. Dia melihat pola bintang. Dia melihat soundscapes. Jawabannya bukanlah satu hal. Itu adalah seperangkat alat. Burung adalah jenius navigasi. Mereka hanya tidak memiliki GPS. Mereka punya naluri. Dan fisika.

Namun perubahan terbesar terjadi kemudian. Pertanyaan tentang Kesadaran Hewan: Kesinambungan Evolusioner dari Pengalaman Mental terbit pada tahun 1976. Inilah yang mengejutkan. Griffin bertanya apakah hewan berpikir. Bukan sekedar bereaksi. Memikirkan. Dia berpendapat untuk kesinambungan. Jika manusia memiliki pengalaman sadar, dan hewan memiliki nenek moyang evolusioner yang sama dengan kita, maka mereka mungkin juga memilikinya. Ini bukanlah pertanyaan ya atau tidak. Itu adalah spektrum.

Buku-bukunya bukan sekadar dokumen sejarah. Itu adalah cetak biru etologi modern. Mereka mengubah pertanyaan dari “Dapatkah hewan merasakan?” hingga “Bagaimana perasaan hewan?” Pergeseran itu penting. Ini mengubah cara kita memperlakukan mereka. Bagaimana kita mempelajarinya. Bagaimana kita hidup berdampingan dengan mereka.

Griffin tidak memberi kita jawaban yang mudah. Dia meninggalkan kami dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih sulit. Apakah burung bermimpi? Apakah kelelawar punya kenangan? Apakah paus bernyanyi dengan penuh niat? Kami masih belum mengetahui segalanya. Tapi kami tahu kami mengajukan pertanyaan yang tepat. Keheningan telah berakhir. Kami mendengarkan.

Exit mobile version